Kamis, 06 September 2012

Diskusi Literasi Komunitas Tinta Emas (KomTE)


Tribun Jogja, 5 September 2012, halaman 14.
Geliat masyarakat untuk mencintai dunia literasi patut diapresiasi oleh siapa saja. Salah satu yang sangat mencintai dunia literasi ini adalah Komunitas Tinta Emas (KomTE). Tim literasi yang bermarkas di Bantul ini mempunyai agenda rutin bulanan membincangkan serta mendiskusikan progresivitas kepenulisan dan perkembangan jagat perbukuan di Indonesia.
Bulan September ini pertemuan dilaksanakan pada Minggu (2/9) kemarin, di Rumah Irham Sya’roni yang berlokasi di Ngeblak, Wijirejo, Pandak, Bantul. Karena banyak anggota yang berhalangan hadir maka pertemuan kali ini terlihat sedikit lengang. Tidak seperti bulan-bulan lainnya. Walaupun demikian, kondisi ini tidak menyurutkan semangat anggota untuk berbincang dan berdiskusi tentang buku. Terbukti mereka tetap bersemangat berdiskusi sejak pukul 10.00 pagi hingga 17.00 sore.
KomTE sebenarnya bukanlah komunitas baru. Komunitas ini telah berdiri sejak 2006. Hanya saja karena kurang terekspos oleh media sehingga keberadaannya tidak begitu banyak diketahui oleh publik. Mungkin selama ini baru kalangan penerbit dan penyuka buku yang mengetahui keberadaan mereka.
Komunitas ini pada awalnya hanyalah tempat ngerumpi dan bincang-bincang ringan beberapa orang yang mempunyai obsesi sama, yakni menjadi penulis. Forum Kajian Lereng Merapi atau For KaLeM, demikian nama awal mereka kala itu. Adapun target literasi mereka saat itu adalah menulis di media massa cetak lokal maupun nasional.
Barulah pada 2009, ketika ranah kepenulisan mereka merambah pula di dunia perbukuan, For KaLeM berganti nama menjadi Komunitas Tinta Emas atau KomTE. Perjuangan yang tidak pernah mengenal putus asa ternyata tidak sia-sia. Sampai 2012 ini sudah sekian puluh judul buku yang mereka terbitkan, dan sekitar 20-an penulis baru berhasil mereka orbitkan.
Kegiatan rutin dari komunitas ini antara lain adalah  diskusi buku, bedah naskah, diskusi tata bahasa dan seluk beluknya, diskusi outline/rancangan buku, serta koordinasi internal. Meski pertemuan rutin hanya dilakukan setiap bulan, sebenarnya komunikasi dan diskusi antaranggota tetap berlangsung, baik lewat e-mail, chatting, facebook, blog, dsb.
“Tidak ada syarat khusus, juga tidak ada biaya apa pun untuk menjadi anggota,” terang Irham Sya’roni, pendiri komunitas ini. “Yang penting punya modal berupa niat, tekad, semangat, dan tidak mudah putus asa,” lanjut Sya’roni.
Pada 17 Agustus 2012 kemarin, KomTE meluncurkan website resminya www.timkomte.com. Sebagai salah satu ekspresi kesyukurannya, KomTE menggelar lomba menulis yang bersifat menghibur dan bertujuan merekatkan persaudaraan para pembaca. INDAH (Iseng Nulis Dapat Hadiah), demikian nama lomba mereka yang bertemakan “Kenangan Lebaran Tak Terlupakan. Lomba ini terbuka untuk umum dan disediakan 3 paket buku untuk para pemenangnya.


Citizen Jurnalism: Fatiharifah, Anggota Komunitas Tinta Emas (KomTE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar