Senin, 05 Januari 2015

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Berdasarkan kaidah tersebut, maka kata-kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak di posisi awal, beserta seluruh jenis kata tersebut, harus ditulis kecil di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan. Kata-kata di, ke, dari, dan, yang, serta untuk adalah kata-kata yang tergolong kata tugas. Oleh sebab itu, kita harus memahami kata tugas dan pembagiannya.
Berikut ini saya ringkaskan materi mengenai kata tugas untuk dipelajari dan dijadikan referensi pada rapat redaksi selanjutnya. Semoga bermanfaat!

Kata Tugas

Kata tugas hanya memiliki makna gramatikal, tetapi tidak memiliki makna leksikal; ia juga tidak dapat mengalami perubahan bentuk (kecuali beberapa kata tugas seperti kata sebab, sampai, dan oleh yang bisa berubah menjadi disebabkan, menyebabkan; disampaikan, menyampaikan; memperoleh, diperoleh dan seterusnya). Berdasarkan peranannya dalam frasa atau kalimat, kata tugas dibagi menjadi lima kelompok: (1) preposisi, (2) konjungsi, (3) interjeksi, (4) artikel, dan (5) partikel.

A. Preposisi
Preposisi atau kata depan adalah kata tugas yang bertugas sebagai unsur pembentuk frasa preposisional. Preposisi terletak di bagian awal frasa dan unsur yang mengikutinya dapat berupa nomina, adjektiva, atau verba. Preposisi dapat monomorfemis atau polimorfemis.

1. Preposisi Monomorfemis
Preposisi monomorfemis adalah preposisi yang terdiri hanya atas satu morfem, misalnya:

bagi
untuk
buat
guna
menandai hubungan peruntukkan
Dari

menandai hubungan asal, arah dari suatu tempat, atau milik
Dengan
menandai hubungan kesertaan atau cara
Di
menandai hubungan tempat berada
Karena
Sebab
menandai hubungan sebab
Ke
menandai hubungan arah menuju suatu tempat
Oleh
menandai hubungan pelaku atau yang dianggap pelaku
Pada
menandai hubungan tempat atau waktu
Tentang
menandai hubungan ihwal peristiwa
Sejak
menandai hubungan waktu dari saat yang satu ke saat yang lain

2. Preposisi Polimorfemis
Preposisi polimorfemis terdiri atas dua macam: (1) yang dibentuk dengan memakai afiks dan (2) yang dibentuk dengan menggabungkan dua kata atau lebih.
a.       Preposisi Polimorfemis dengan Afiks
Preposisi polimorfemis yang dibentuk dengan memakai afiks, misalnya:

bersama
beserta
menandai hubungan kesertaan
menjelang
menandai hubungan waktu sesaat sebelum
Menuju
menandai hubungan tujuan atau arah ke suatu tempat
menurut
menandai hubungan sumber
sekeliling
menandai hubungan ruang lingkup geografis
sekitar
menandai hubungan ruang lingkup geografis atau waktu
selama
menandai hubungan kurun waktu
sepanjang
menandai hubungan kurun waktu atau bentangan lokasi
semacam
menandai hubungan bentuk
terhadap
menandai hubungan arah
bagaikan
menandai hubungan pemiripan

b. Preposisi Polimorfemis Gabungan Kata 
Preposisi polimorfemis yang dibentuk dengan menggabungkan dua kata atau lebih dapat berupa (a) gabungan preposisi dan preposisi, atau (b) gabungan preposisi dengan yang bukan preposisi.
(1) Gabungan preposisi dan preposisi, misalnya:

daripada
menandai hubungan perbandingan
kepada
menandai hubungan arah ke suatu tempat
oleh karena
oleh sebab
menandai hubungan penyebaban
sampai dengan/ke
menandai hubungan batas waktu
selain dari
menandai hubungan perkecualian

(2) Gabungan preposisi dengan yang bukan preposisi, misalnya:
di atas; ke dekat; dari balik
di bawah; ke depan; dari samping
di muka; ke dalam
di belakang; ke luar
di tengah

B. Konjungsi
Konjungsi atau kata sambung adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih, misalnya kata dan, kalau, dan atau. Dilihat dari perilaku sintaktiknya, konjungsi dibagi menjadi lima kelompok: (1) konjungsi koordinatif, (2) konjungsi subordinatif, (3) konjungsi korelatif, (4) konjungsi antarkalimat, dan (5) konjungsi antarparagraf.
1.       Konjungsi koordinatif:

dan
menandai hubungan penambahan
atau
menandai hubungan pemilihan
tetapi
menandai hubungan perlawanan

2.       Konjungsi subordinatif:

konjungsi subordinatif waktu

sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, sehingga, sampai
konjungsi subordinatif syarat
jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala
konjungsi subordinatif pengandaian
andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya
konjungsi subordinatif tujuan
agar, supaya, agar supaya, biar
konjungsi subordinatif konsesif
biarpun, meski(pun), sekalipun, walau(pun), sungguhpun, kendati(pun)
konjungsi subordinatif pemiripan
seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana
konjungsi subordinatif penyebaban
sebab, karena, oleh karena
konjungsi subordinatif pengakibatan
(se)hingga, sampai(-sampai), maka(nya)
konjungsi subordinatif penjelasan
bahwa
konjungsi subordinatif cara
dengan

3.       Konjungsi korelatif, misalnya maupun, sehingga, atau, tetapi, demikian, juga, entah
4.       Konjungsi antarkalimat, misalnya:
  1. biarpun demikian/begitu
sekalipun demikian/begitu
sungguhpun demikian/begitu
walaupun demikian/begitu
meskipun demikian/begitu
  1. kemudian
sesudah itu
setelah itu
selanjutnya
  1.  tambahan pula, lagi pula, selain itu
  2. sebaliknya
  3. sesungguhnya, bahwasanya
  4. malah(an), bahkan
  5. (akan) tetapi, namun
  6. kecuali itu, selain itu
  7. dengan demikian
  8. oleh karena itu, oleh sebab itu
  9. sebelum itu

 
5.       konjungsi antarparagraf, misalnya adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu, alkisah, arkian, sebermula, dan syahdan

C. Interjeksi
                Interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati manusia. Berikut beberapa contoh pengelompokan interjeksi:

interjeksi bernada negatif
cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan
interjeksi bernada positif
Aduhai, amboi, asyik, alhamdulillah, insya Allah, syukur
interjeksi bernada keheranan
Ai, lo, astaghfirullah, masya Allah
interjeksi bernada netral atau campuran
Ayo, hai, halo, he, wahai, astaga, wah, nah, ah, eh, oh, ya, aduh, hem


D. Artikel
                Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina. Artikel terbagi menjadi tiga kelompok: (1) artikel yang mengacu ke makna tunggal, (2) artikel yang mengacu ke makna kelompok, (3) artikel yang menyatakan makna netral.
1.       Artikel yang mengacu ke makna tunggal, misalnya sang, sri, hang, dan dang.
2.       Artikel yang mengacu ke makna kelompok: para
3.       artikel yang menyatakan makna netral: si

E. Partikel
                Kelompok kata tugas kelima ini sebenarnya berupa klitika, karena selalu dilekatkan pada kata yang mendahuluinya. Ada empat partikel, yakni –kah, -lah, -pun, dan –tah.

Preposisi tunggal:

akan
akibat
antar
antara
atas
bagaikan
bagi
berkat
bersama
bersama-sama
beserta
buat
dalam
dari
dekat
demi
dengan
di
hingga
karena
ke
kecuali
kepada
lewat

melalui
mengenai
mengingat
menjelang
menuju
menurut
oleh
pada
sama
sampai
sebab
sebagaimana

secara
sedari
sejak
sekeliling
sekitar
selain
selama
semacam
sepanjang
seperti
tanpa
tentang
terhadap
tinimbung
untuk


Preposisi majemuk:

dari antara
dari arah
dari atas
dari balik
dari bawah
dari belakang
dari dalam
dari dekat
dari depan
dari hadapan
dari luar
dari muka
dari samping
dari sebelah
dari sekeliling
dari sekitar
dari seputar
dari tengah
dari tengah-tengah
di antara
di atas
di balik
di bawah
di belakang
di dalam
di dekat
di depan
di hadapan
di luar
di muka
di samping
di sebelah
di sekeliling
di sekitar
di sepanjang
di seputar
di tengah
di tengah-tengah
ke antara
ke arah
ke atas

ke balik
ke bawah
ke belakang
ke dalam
ke dekat
ke depan
ke hadapan
ke luar
ke muka
ke samping
ke sebelah
ke sekeliling
ke sekitar
ke seputar
ke tengah
ke tengah-tengah
oleh karena
oleh sebab
sampai dengan
selain dari
selain daripada

Daftar konjungsi:

agar
agar supaya
akan tetapi
akibat
andaikan
andaikata
apabila … (maka)
asal
asalkan
atau
bagai
bahkan
bahwa
baik … ataupun
baik … maupun
begitu
berhubung … (maka)
berkat
biar
biarpun
bila … (maka)
bilamana … (maka)
buat
dalam
dan
dan lagi
daripada
demi
dengan
di samping
guna
hanya
hingga
jika …. (maka)

jikalau … (maka)
kalau … (maka)
kalau-kalau
karena
kecuali
kemudian
kendati
kendatipun
ketika
lagi
lagi pula
lalu
lantaran
lantas
malah
malahan
manakala … (maka)
melainkan
meski
meskipun
namun
oleh karena
padahal
sambil
sampai
sampai-sampai
seakan
seakan-akan
seandainya
sebab … (maka)
sebagaimana
sebaliknya
sebelum
sedang
sedangkan
sedari
sehabis … (maka)

sehingga
sejak
sekalipun
sekiranya
selagi
selain
selama
semasa
sembari
semenjak
sementara
seolah
seolah-olah
seperti
serasa
serasa-rasa
seraya
serta
sesudah … (maka)
setelah … (maka)
setiap … (maka)
setiap kali … (maka)
seumpama
seusai … (maka)
sewaktu
sungguhpun
supaya
tambahan lagi
tambahan pula
tanpa
tatkala
tengah
tetapi
tiap kali … (maka)
untuk
waktu
walau
walaupun

(sumber : Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI)
 

0