Minggu, 27 Oktober 2013

Al-Qur’an adalah kitab suci pedoman hidup dan sumber keselamatan umat Islam. Di dalamnya berisi ajaran tentang aqidah, ibadah, akhlak, hukum, sejarah, dan lain-lain. Selain itu, berisi pula kisah-kisah yang penuh dengan pelajaran penting bagi manusia.

Salah satu kisah yang memantik perhatian adalah kisah tentang hewan atau binatang. Di dalam al-Qur’an ada banyak sekali kisah hewan-hewan yang menakjubkan. Di antaranya adalah:

• Hud Hud Burung Pembawa Kabar
• Ikan Besar Penolong Nabi Yunus
• Ular Nabi Musa
• Rayap Pemakan Tongkat Nabi Sulaiman
• Burung Ababil dan Tentara Bergajah
• Lebah si Obat Mujarab
• Keledai Nabi Uzair
• Dan lain-lain
0

Adik-Adik ingin cerdas seperti Akrit Jaswal, yang menjadi dokter termuda di dunia? Atau, ingin seperti Aelita Andre, bocah yang diyakini sebagai penerus Pablo Picasso, yaitu sang legenda lukis dunia?

Ah, wajar! Mereka kan orang-orang luar negeri. Bukan orang Indonesia.
Eit, jangan bilang begitu ya! Di Indonesia banyak juga lho anak-anak yang genius dan berprestasi. Ada Muhammad Yahya Harlan, yang sukses membuat situs pertemanan seperti Facebook. Ada juga Mohammad Itqon Alexander, bocah TK yang masuk MURI (Museum Rekor Indonesia; sekarang Museum Rekor Dunia Indonesia) karena kehebatannya menghafal peta dunia dan 198 bendera negara pada usia belia. Dan, masih banyak lagi nama hebat lainnya.

Untuk melengkapi kisah dan perjuangan mereka, buku ini menyuguhkan juga kisah 50 tokoh penemu ternama di dunia. Dengan demikian, melalui buku ini, kalian bisa mengetahui kisah perjuangan orang-orang hebat dan genius dari masa ke masa.

Segera miliki buku ini, lalu baca kisah mereka, maka kalian akan terinspirasi untuk menjadi hebat seperti mereka!
0

Buku ini diasjikan untuk membantu para guru dan orang tua dalam menumbuhkembangkan potensi anak. Bisa dijadikan acuan para guru di PAUD, Play Group, Kelompok Bermain, dan sejenisnya. Bisa pula dijadikan acuan orang tua dalam mendampingi anak bermain sambil belajar di rumah.

Sekilas isi buku:
- Mengenal diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
- Mengenal perbuatan baik dan buruk.
- Melatih kemampuan fisik motorik membuat garis lurus dan melengkung.
- Mengenal bilangan 1-10.
- Menyanyikan lagu berirama sederhana.
- Mengungkapkan cerita.
- Mengenal bentuk, warna, dan ukuran.
- Membedakan rasa.
- Melipat kertas, menggunting, dan menempel.
RP. 30.000
 
0

Tiba-tiba, ada serangan dari ratusan kumbang. Kumbang-kumbang itu ingin merebut madu
yang dihasilkan oleh lebah. "Kita diserang!" teriak Dobee. "Segera bentuk pertahanan!" Dengan sigap, lebah-lebah membentuk pertahanan. Dengan gagah berani, mereka menyerang balik kawanan kumbang. Mereka membentuk formasi yang sulit ditembus oleh pasukan mana pun, termasuk pasukan kumbang.

***

Itulah kutipan salah satu kisah keren nan menegangkan di dalam buku ini. Selain berisi koleksi kisah dan pesan moral, buku ini juga berisi banyak sekali pengetahuan/fakta unik seputar hewan. Misalnya, ternyata semut mampu mengangkat beban yang memiliiki berat 20 kali dari tubuhnya. Wah, hebat ya?! Fakta unik lainnya, lebah madu ternyata dapat terbang sejauh 6 mil dari sarangnya dengan kecepatan setara 15 mil per jam. Sepanjang hidupnya, lebah terbang sejauh 90.000 mil atau setara dengan tiga kali keliling bola bumi. Wow, sangat menakjubkan!

Masih banyak lagi dongeng dan fakta unik lain dalam buku ini. Buruan baca dan temukan pengetahun-pengetahuan unik dan mencengangkan tentang hewa. Selamat membaca!
0

Penulis  : Nini Fatih Yustisia
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Tebal    : 146 hlm
Penerbit : Idea World Kidz
ISBN   : 978-602-7728-51-6
Harga  : Rp 52.000

Adik-adik, tahukah kalian, siapa suri tauladan terbaik sepanjang masa? Betul sekali, dialah
Nabi Muhammad saw, sang rasul akhir zaman. Beliau meninggalkan ajaran yang begitu mulia, termasuk adab atau kebiasaan yang baik dalam hidup sehari-hari. Nah, kita perlu mengikuti tuntunan tersebut agar perilaku kita senantiasa terjaga. Dengan begitu, Allah akan menyayangi kita, dan orangtua kita pun akan semakin bangga terhadap kita.

Buku ini berisi 101 kebiasaan baik generasi anak shalih berdasarkan tuntunan Rasulullah saw. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami dan asyik dibaca. Tidak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, jenaka, dan penuh warna. Wow, adik-adik pasti suka!

Tunggu apa lagi, yuk segera miliki buku ini! Selamat menjadi generasi anak shalih, ya!

***

 
Daftar Isi Buku
Prakata
A.    Kukuruyuk…., Alhamdulillah Hari Telah Pagi
(Kebiasaan Anak Shalih pada Pagi Hari)
  1. Segera Bangun Tidur Saat Dibangunkan Ibu
  2. Tidak Perlu Menangis Saat Bangun Tidur
  3. Jika Masih Mengantuk, Gerakkan Badanmu
  4. Lipat Selimut dan Rapikan Tempat Tidur
  5. Gosok Gigi dan Berwudhu
  6. Shalat Subuh, Yuk!
  7. Mandi Pagi Agar Badan Segar
  8. Sarapan Pagi untuk Menyusun Energi

B.     Saatnya Makan, Sayang!
(Kebiasaan Anak Shalih Saat Makan dan Minum)
  1. Jangan Menunda Makan, Bisa Sakit Lho!
  2. Makanan dan Minumanku Halal dan Bergizi
  3. Gunakan Tangan Kanan, Ya!
  4. Makan atau Minum Sambil Duduk
  5. Nyam.. Nyam.. Nyam.. Jangan Bersuara Saat Makan
  6. Jangan Ngebut Saat Makan
  7. Habiskan Makanannya Dulu, Baru Minum
  8. Makan Secukupnya, Jangan Kekenyangan!
  9. Aku Hebat, Makananku Tidak Tercecer Lho!

C.    Awas, Hati-Hati!
(Anak Shalih Selalu Berhati-Hati)
  1. Hati-hati Jika Memanjat
  2. Kalau Berlari, Hati-hati
  3. Hati-hati dengan Api, Bisa Terbakar
  4. Pisau Itu Tajam, Jika Melukai Akan Terasa Perih
  5. Saat Naik Mobil, Aku Tidak Menjulurkan Tangan ke Luar
  6. Saat Membonceng Motor, Pegangan yang Erat Ya!
  7. Lihat ke Kiri dan Kanan Ketika Menyeberang Jalan
  8. Tidak Mengikuti Orang yang Tidak Dikenal
  9. Tidak Terlalu Dekat Saat Menonton TV

D.    Semua Adalah Teman
(Anak Shalih Pintar Bersosialisasi)
  1. Sapalah Semua Teman
  2. Semua Teman Kuajak Bermain
  3. Berbagi Mainan dengan Teman
  4. Katakan “Pinjam” Jika Menginginkan Mainan Teman
  5. Tak Pernah Kupanggil Mereka dengan Julukan yang Buruk
  6. Lebih Baik Mengalah daripada Membuat Teman Menangis
  7. Aku Suka Membantu Teman yang Kesulitan
  8. Si Adi Sedang Sakit, Yuk Kita Jenguk!

E.     Bersih Itu Sebagian dari Iman
(Anak Shalih Selalu Menjaga Kebersihan)
  1. Rajin Menggosok Gigi
  2. Memotong Kuku Secara Teratur
  3. Bungkus Makanan Dibuang di Tempat Sampah
  4. Koleksi Bukuku Tak Berdebu
  5. Boleh Main Lumpur, Tapi Segera Mandi yang Bersih
  6. Agar Sehat dan Wangi, Rambutku Kusampo
  7. Tidak Meludah atau Membuang Ingus Sembarangan
  8. Pipis di Kamar Mandi, Jangan Lupa Disiram Ya!
  9. Mencuci Tangan Sehabis dari Toilet

F.     Aku Bisa Melakukannya Sendiri
(Anak Shalih Pasti Bisa Mandiri dan Tanggung Jawab)
  1. Aku Bisa Memakai Baju dan Sepatu Sendiri
  2. Makan Sendiri Ternyata Lebih Enak daripada Disuapi
  3. Aku Juga Bisa Mandi Sendiri, Lho!
  4. Ketika Terjatuh, Aku Segera Berdiri
  5. Saat Ditinggal Ibu, Aku Tidak Menangis
  6. Aku Bisa Menjaga Adik
  7. Selesai Bermain, Kubereskan Sendiri Mainanku
  8. Selesai Makan, Piringku Kutaruh di Tempat Cuci

G.    Kenapa Harus Takut?
(Anak Shalih Pasti Berani dan Percaya diri)
  1. Tidak Perlu Lagi Ditunggu Ibu Saat Sekolah
  2. Aku Berani Memimpin Doa di Depan Kelas
  3. Tidak Perlu Takut atau Malu Bertanya kepada Bu Guru
  4. Kalau Ada yang Berbuat Salah, Kunasihati Ia dengan Baik
  5. Aku Senang Bisa Ikut Lomba Walau Tidak Jadi Juara
  6. Aku Tidak Takut Gelap
  7. Berani Periksa ke Dokter
  8. Tidak Takut pada Serangga

H.    Ini Dia, Ucapan-ucapan Anak Shalih
(Anak Shalih Selalu Mengucapkan Kata-Kata yang Terpuji)
  1. Baca “Bismillah” Setiap Akan Melakukan Sesuatu
  2. Ucaplah “Alhamdulillah” Saat Hati Senang atau Selesai Melakukan Sesuatu
  3. “Innalillah…”, Ucapanku Saat Ada Musibah
  4. “Astaghfirullah” Lebih Tepat daripada “Astaga”
  5. Ucapkan “Subhanallah” Saat Melihat Keindahan
  6. Ucapkan Salam Saat Bertemu Teman
  7. Ucapkan “Terima kasih” Saat Diberi Sesuatu atau Ditolong Orang Lain
  8. Meminta Maaf Jika Melakukan Kesalahan
  9. Katakan “Tolong”, Saat Ingin Meminta Bantuan
  10. Tidak Berkata Bohong
  11. Permisi, Saya Mau Lewat!

I.       Waktunya Shalat Berjamaah
(Kebiasaan Anak Shalih dalam Beribadah)
  1. Saat Adzan Berkumandang, Aku Selalu Menjawabnya
  2. Ayah, Ibu, Ajari Aku Berwudhu
  3. Saat Ayah dan Ibu Shalat, Aku Iku Shalat
  4. Jika Ayah dan Ibu Sedang Shalat, Aku Tidak Mengganggu
  5. Alhamdulillah, Sekarang Aku Hafal Al-Fatihah
  6. Ternyata Surat-Surat Pendek Itu Mudah Dihafal Lho
  7. Tidak Buru-buru Bermain Setelah Shalat. Berdzikir dan Berdoa Dulu!
  8. Yuk, Kita Mengaji Al-Qur’an!

J.      Aku Anak yang Berbakti kepada Orangtua
(Kebiasaan Birrul Walidain si Anak Shalih)
  1. Kupenuhi Panggilan Ibu
  2. Anak Shalih Selalu Mendokan Kedua Orangtua
  3. Semua yang Diperintahkan Ibu, Pasti Kukerjakan
  4. Aku Suka Membantu Ibu di Rumah
  5. Aku Tidak Meminta Upah untuk Pekerjaan yang Ditugaskan Ibu
  6. Berteriak-teriak Meminta Sesuatu kepada Orangtua Itu Tidak Baik
  7. Nasihat Orangtua Selalu Kutaati
  8. Tidak Menuntut Orangtua untuk Membelikan Sesuatu
  9. Mencium Punggung Tangan Orangtua Saat Bersalaman

K.    Aku Anak yang Santun
(Kebiasaan Anak Shalih Sopan dan Santun)
  1. Kupanggil Mereka “Mas”, “Mbak”, “Kakak”, dan “Adik”
  2. Tidak Berkacak Pinggang dan Besar Kepala
  3. Tidak Sopan, Memegang Kepala Orang yang Lebih Tua
  4. Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain
  5. Tidak Duduk di Atas Meja
  6. Menuding Muka Orang Lain Itu Tidak Baik
  7. Kalau Ada Tamu, Kusambut Ia dengan Baik

L.     Sudah Malam, Waktunya Bobo!
(Kebiasaan Anak Shalih Sebelum Tidur)
  1. Tidak Bobo Larut Malam Agar Bisa Bangun Pagi
  2. Sebelum Tidur Aku Selalu Gosok Gigi dan Cuci Kaki
  3. Sebelum Tidur Aku Juga Pipis Dulu
  4. Aku Berani Bobo Sendiri Lho
  5. Tidak Perlu Berebut Bantal atau Selimut dengan Adik
  6. Ternyata Bobo Tengkurap Itu Tidak Baik
  7. Berdoa Dulu Sebelum Bobo


0

Minggu, 20 Oktober 2013



·         Feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting – fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, di samping tetap tidak meninggalkan unsur informatifnya). Karena penekanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna.

·         Inilah batasan mengenai feature: ”Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan.”

·         Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran.

·         Subjektivitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ”aku”, sehingga memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak penulis, yang dibidik dalam reportase objektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya bisa enak dibaca. Ada kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan dengan gaya ”aku”. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ”Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.”

Feature kepribadian (Profil)
·         Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dramatik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karier yang istimewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tanggal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu.

·         Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini sering kali harus mengamati subjek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka dan mewawancarai teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplet sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subjek yang bisa menggambarkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.

·         Jika penulis menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek cerita, mungkin secara terbuka berani mengejutkan dengan mengungkap rahasia pribadinya.

Feature petualangan
·         Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan — mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan.

·         Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekonstruksikan peristiwa itu sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi—momen yang paling menarik dan paling dramatis.

·         Bukankah dalam kesehariannya, kehidupan bisa menjadi petualangan yang tiada henti? Bukankah bertemu orang lain, bersama rekan sejawat, juga merupakan bentuk petualangan?

Feature interpretatif
·         Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detail terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah organisasi, aktivitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita menggambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik
dan tujuan terorisme.

·         Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal perampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum.

·         Bentuk feature ini sangat dekat dengan pengalaman penulis. Setelah mengalami peristiwa tertentu, entah perjumpaan, keberhasilan, konflik, ataupun pengalaman baru tertentu. Penulis bisa menginterpretasikan ataupun merefleksikan pengalaman itu dengan memulai  menceritakan dinamikanya.

TEKNIK PENULISAN FEATURE
·         Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ”mengisahkan sebuah cerita”. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ”keras” (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah.

·         Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

*) Disampaikan oleh St. Kartono dalam acara Just Write 2 yang diselenggarakan oleh Penerbit Diva Press Yogyakarta pada 2013 di Kaliurang. 

 
0

Jumat, 11 Oktober 2013


·   Penulis  dapat memanfaatkan pengalaman kecil berkait dengan aktivitas sehari-hari dan mengembangkannya menjadi pembahasan yang ringan tetapi memberi makna penting bagi siapa pun yang membacanya.

·   Kolom adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan dalam masyarakat. Kolom lebih banyak mencerminkan pendapat pribadi penulis. Sifatnya padat makna. Kolom ditulis secara inferensial, sedangkan opini ditulis secara referensial. Lazim  dalam tulisan kolom disertakan foto penulisnya.

·   Kolom (column: Ing) ditulis oleh kolumnis, penulis karangan khusus berupa komentar, saran, informasi, atau hiburan, pada surat kabar atau majalah. Kolom bisa berisi setiap segi kemanusiaan, dari soal cinta dan kesehatan sampai pada ilmu pengetahuan dan keuangan. Selain masalah kemanusiaan, masalah kebijakan para penguasa selalu menjadi sorotan para kolumnis kritis.

·   Di tangan kolumnis (seandainya guru), topik apa pun yang dibahas, mulai dari yang ringan mengenai pengalaman dengan siswa, membaca buku baru, sampai kematian Michael Jackson, tersaji dalam cerita singkat yang memikat, logis rasional, enak dibaca, dan perlu.

·   Jenis tulisan kolom  isinya hanya pendapat. Penulisnya dituntut agar yang dikemukakan benar-benar pendapat. Kalau opini berisi fakta, berita, atau argumentasi berdasarkan teori keilmuan yang mendukung pendapat tentang suatu masalah. Satu-satunya pendukung pendapat kolumnis hanya argumentasi berdasarkan penalaran, pemikiran kritis, dan menurut pendapat subjektifnya.

Tulisan kolom tidak mempunyai struktur tertentu, misalnya ada bagian pendahuluan atau lead, isi atau tubuh tulisan, dan penutup. Ia langsung berisi tubuh tulisan, yakni berupa pengungkapan pokok bahasan dan pendapat penulisnya tentang masalah tersebut. Judul pun biasanya singkat saja.

*) Disampaikan oleh St. Kartono dalam acara Just Write 2 yang diselenggarakan oleh Penerbit Diva Press Yogyakarta pada 2013 di Kaliurang. 
0

Sabtu, 05 Oktober 2013

·    Dasar menulis berbagai bentuk tulisan nonfiksi  adalah keberanian berpendapat, kesigapan merespons situasi  yang dihadapi, dan mengolah berbagai objek.

·    Penulis opini mengupas suatu masalah sebagai tanggapan terhadap persoalan yang aktual dengan tujuan untuk memberitahu, mempengaruhi, meyakinkan, atau menjernihkan persoalan yang kontroversial.

·   Menulis artikel opini untuk koran—majalah–atau media cetak (intern/ lingkup terbatas) mesti mengambil sudut pandang yang unik dan cerdas, serta menggugah rasa ingin tahu pembaca. Karya demikian bukan berarti menulis secara njlimet. Bentuk tulisan yang disajikan sebagai sarana komunikasi, menerjemahkan masalah yang rumit ke dalam bahasa yang dimengerti secara umum.

·     Empat hal penting sebagai panduan awal untuk memulai menulis adalah:
- kepada siapa tulisan akan disajikan,
- media apa (koran, majalah) dan yang mana (nama media, lokal/ nasional),
- gaya penulisan apa yang paling tepat, dan
- seberapa lama tulisan itu dibaca oleh pembaca.

·   Memublikasikan tulisan di media atau sebagai buku berarti mendedikasikan ide untuk pembaca awam, membagikan ilmu kepada mereka yang bukan ahli tetapi membutuhkan ilmu tersebut. Untuk itu, yang perlu diperhitungkan oleh penulis adalah mengaitkan isi tulisannya dengan kondisi atau peristiwa aktual di masyarakat, mengaitkan dengan kegiatan sehari-hari, serta memperkenalkan ilmu atau temuan baru. Penyampaian ide dapat memanfaatkan struktur umum sebuah tulisan opini yakni masalah – evaluasi – solusi.

·  Pembukaan yang menarik mesti diikuti pemaparan dalam tubuh tulisan secara fokus, sesuai tema yang disitir dalam pembuka. Berbagai alur pemaparan dapat dipilih, baik kronologis, proses, deduksi, maupun induksi. Penting untuk diingat, tulisan yang berhasil biasanya fokus, hanya mengatakan satu hal, dan tidak bertele-tele, ”Less is more”, kata Hemingway, pendek dan mudah diingat.

Karena didedikasikan kepada pembaca yang umumnya awam, penulis perlu mengurangi istilah-istilah asing, bahkan kalau perlu istilah asing ditinggalkan. Jika memungkinkan, diterjemahkan atau bisa juga dicarikan definisi atau sinonimnya. Istilah asing hanya digunakan sejauh hal itu mudah digunakan dan dipahami pembaca. Jauhkan dari pemikiran bahwa menggunakan istilah asing sama dengan elite. 

*) Disampaikan oleh St. Kartono dalam acara Just Write 2 yang diselenggarakan oleh Penerbit Diva Press Yogyakarta pada 2013 di Kaliurang. 


0

Sabtu, 13 Juli 2013

Judul               : Hafal Luar Kepala 99 Asmaul Husna for Kids
Penulis             : Irham Sya’roni
Penerbit           : Laksana Kidz, Yogyakarta
Tebal               : 104 halaman
Cetakan           : I, 2013

Dalam Agama Islam, Asmaul Husna menempati kedudukan yang sangat istimewa. Banyak dalil dalam Al-Qur’an maupun hadits Nabi yang menegaskan kedahsyatan Asmaul Husna tersebut. Bahkan, dalam setiap tarikan napas para muslim dalam berdzikir pun tidak luput dari rapalan asma-asma agung nan indah Allah Swt tersebut.
Dalam Al-Qur’an, misalnya, disebutkan bahwa apa pun doa yang kita panjatkan kepada Allah Swt sebaiknya dimulai dengan Asmaul Husna. Dengan kekuatan Asmaul Husna inilah segala pinta kita kepada-Nya akan begitu mudah dikabulkan. Allah Swt berfirman, “Hanya milik Allah-lah Asmaul Husna. Maka, berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 180)
Dalam sabda Nabi pun dinyatakan bahwa siapa pun yang menjaga Asmaul Husna maka ia akan masuk surga. “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa yang menjaganya maka dia masuk surga,” demikian sabda beliau Saw.
Dalam hadits tersebut Nabi hanya menyebut “menjaga”, apakah artinya sekadar menjaga Asmaul Husna sebagaimana kita menjaga sesuatu agar tidak rusak atau dicuri orang? Para ulama menafsirkan bahwa menjaga Asmaul Husna bisa diartikan secara komprehensif sebagai langkah kontinu, istiqamah, dan berkelanjutan dari mengenal Asmaul Husna, menghafalnya, memahaminya, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Keistiqamahan dari mengenal hingga mengimplementasikan Asmaul Husna inilah yang akan menuntun manusia menuju surga, sebagaimana janji Nabi dalam hadits di atas.
Bagi para santri atau orang-orang yang hidup di lingkungan pesantren dan madrasah, semua tahapan itu tentu tidak terasa berat dilalui. Tetapi, bagi mereka yang hidup jauh dari pesantren atau madrasah, menjaga Asmaul Husna bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan metode atau cara yang tepat bagi kalangan awam ini dalam menjaga Asmaul Husna. Beruntung Irham Sya’roni memahami kondisi kalangan awam ini. Melalui metode cerita, penulis yang penah nyantri di beberapa pesantren ini mengajak kalangan awam untuk mengenal, menghafal, memahami, dan mengamalkan Asmaul Husna.
Buku ini menuturkan 99 Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang baik beserta artinya. Selain itu, disajikan pula Asmaul Husna dalam versi bahasa Inggris sebagai pondasi awal dalam mengenal dan menghafal Asmaul Husna. Sementara untuk target pemahaman dan pengimplementasian, penulis menggunakan metode cerita, tentunya cerita yang sesuai dan relevan dengan masing-masing nama Allah dalam Asmaul Husna tersebut.
Buku yang mulanya disegmentasikan untuk anak-anak ini dalam faknya justru bisa dijadikan rujukan pula oleh kalangan awam. Membaca buku ini serasa membaca buku cerita atau komik. Tidak banyak istilah-istilah “berat” yang dimunculkan sehingga menjadikan buku ini ringan, segar, kriuk, dan mudah dipahami. 


*) Diresensi oleh: Ulfah Nurhidayah, koordinator Komunitas Tinta Emas (KomTE)
0