Minggu, 20 Oktober 2013

Menulis Feature



·         Feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting – fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, di samping tetap tidak meninggalkan unsur informatifnya). Karena penekanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna.

·         Inilah batasan mengenai feature: ”Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan.”

·         Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran.

·         Subjektivitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ”aku”, sehingga memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak penulis, yang dibidik dalam reportase objektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya bisa enak dibaca. Ada kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan dengan gaya ”aku”. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ”Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.”

Feature kepribadian (Profil)
·         Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dramatik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karier yang istimewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tanggal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu.

·         Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini sering kali harus mengamati subjek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka dan mewawancarai teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplet sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subjek yang bisa menggambarkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.

·         Jika penulis menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek cerita, mungkin secara terbuka berani mengejutkan dengan mengungkap rahasia pribadinya.

Feature petualangan
·         Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan — mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan.

·         Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekonstruksikan peristiwa itu sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi—momen yang paling menarik dan paling dramatis.

·         Bukankah dalam kesehariannya, kehidupan bisa menjadi petualangan yang tiada henti? Bukankah bertemu orang lain, bersama rekan sejawat, juga merupakan bentuk petualangan?

Feature interpretatif
·         Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detail terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah organisasi, aktivitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita menggambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik
dan tujuan terorisme.

·         Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal perampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum.

·         Bentuk feature ini sangat dekat dengan pengalaman penulis. Setelah mengalami peristiwa tertentu, entah perjumpaan, keberhasilan, konflik, ataupun pengalaman baru tertentu. Penulis bisa menginterpretasikan ataupun merefleksikan pengalaman itu dengan memulai  menceritakan dinamikanya.

TEKNIK PENULISAN FEATURE
·         Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ”mengisahkan sebuah cerita”. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ”keras” (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah.

·         Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

*) Disampaikan oleh St. Kartono dalam acara Just Write 2 yang diselenggarakan oleh Penerbit Diva Press Yogyakarta pada 2013 di Kaliurang. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar