Sabtu, 20 Oktober 2012

Tupai yang Sombong



        Di pagi yang cerah, ada seekor tupai sedang melompat-lompat dari pohon ke pohon lain. Suatu saat ia bertemu dengan seekor tikus di bawah pohon, tupai pun menghampiri tikus itu.

“Hai tikus, ngapain kamu diam di situ?” Tanya tupai.

“Aku sedang mencari makanan, tupai!” Jawab tukus.

“Masa cari makanan di bawah sini saja, cari di atas juga dong! Tuh lihat, banyak sekali buah-buahan segar kan!” kata tupai sambil menunjuk ke atas.

“Tapi, bagaimana canyanya ambil buah itu? Aku kan tidak bisa memanjat!” keluh si tikus.

“Ah, payah kamu tikus! Manjat saja tidak bisa! Manjat itu kan gampang banget!” ejek tupai kepada tikus.

“Tapi bagiku memanjat itu sulit, tupai!” tegas si tikus.

“Terus, kamu mau cari makanan apa di bawah sini? Kan tidak ada makanan apa-apa di sini!” Tanya tupai lagi.

“Ada kok! Aku bisa mencium baunya.” Jawab tikus.

“Halah! Tidak mungkin, jangan bohong kamu!” kata tupai.

“Aku tidak bohong!”kata tikus.

“Sudahlah! Aku mau pergi ambil buah dulu, kamu tidak usah pengen ya! Lihat kehebatanku memanjat nih!” kata tupai menyombongkan diri.

Tupai pun memanjat dari pohon satu ke pohon lain. Ia melompat-lompat di ranting-ranting pohon sambil mengambil buah. Melihat tupai pandai memanjat dan melompat, tikus menjadi sedih.

“Hai tikus, ngapain bengong? Kamu iri ya lihat aku jago manjat sambil lompat-lompat begini! Kasihan banget sih kamu, ha… ha… ha…”  ejek tupai kepada tikus.

Mendengar perkataan tupai, tikus menjadi semakin sedih dan iri. Tupai pun kembali melompat di ranting-ranting pohon sambil menertawakan tikus. Saat tupai asyik melompat-lompat, tiba-tiba….

“Krak… swiiing… duk!”

“Aduh, sakit!” teriak tupai.

Mendengar tupai berteriak, tikus pun langsung berlari mencari dan menghampiri tupai. Ternyata, ranting pohon yang di lompati tupai itu sudah rapuh. Sehingga saat ranting itu diinjak oleh tupai, ranting tersebut patah dan membuat tupai jatuh.

“Tupai, kamu tidak apa-apa?” Tanya tikus cemas.

“Aduh, kakiku sakit nih!” Jawab tupai.

“Makanya, kamu itu jangan sombong! Sekarang kamu kena akibatnya kan?” nasihat tikus kepada tupai.

“Iya, maaf deh! Aku menyesal. Maafin aku ya, tikus!” Kata tupai

“Iya, tapi kamu harus janji tidak akan mengulangi lagi!” Jawab tikus.

Akhirnnya, tupai pun berjanji kepada tikus tidak akan pernah sombong lagi. Kini, tupai dan tikus menjadi menjadi sahabat baik. Mereka selalu mencari makanan bersama-sama.


~*~
Pesan Moral:

Setiap manusa, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan yang kita miliki merupakan karunia dari Tuhan. Tapi, kelebihan itu tidak boleh membuat kita menjadi manusia yang sombong. Karena sombong itu adalah perbuatan dosa.


 * Ratna Eka Sari, Buduran Sidoarjo
sumber gambar di sini

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar