Minggu, 21 Oktober 2012

Takabur


“Reva, besok ada ulangan kan ? Kok kamu nggak belajar ?” Tanya Mama.         

“Nanti dulu Ma, lagian cuman ulanganan matematika.” Jawab Reva yang tidak mengindahkan saran mamanya

“Lho, kok gitu. Memangnya Reva sudah bisa ?”

“Yah, ntar aja deh Ma belajarnya, acara TVnya lagi seru nih.”

“Belajar dulu, kan lebih penting belajarnya daripada acara TV.” “Ini penting juga Ma, ntar Reva ketinggalan berita teman-teman tentang acara TV ini.” Kata Reva denga muka kusut.

“Reva, kan penting pelajarannya lagian acara TV juga nggak keluar dalam ujian.”

“10 menit lagi Ma.”

Sepuluh menit telah berlalu tetapi Reva masih saja asyik melihat acara TV.

“Udah sepuluh menit lho Rev.”

“Aduh, tanggung Ma ini bentar lagi tamat. Bentar lagi aja.”

“Belajar dulu Rev.”

“Bentar lah Ma, tinggal bentar ini.”

“Ntar kalau nilai kamu jelek gimana ?.”

“Biarkan lagian juga cuman ulangan Matematika.” Jawab Reva yang mulai takabur. Ia merasa sudah pandai karena selama ini nilainya selalu tertinggi dan merasa tidak ada lagi yang dapat menyainginya walaupun ia tidak belajar.

“Rev, Mama mau tidur dulu. Mama agak pusing nih, ntar belajar lho Rev.”

“Iya, Ma.”

Tanpa terasa waktu memang terus berlalu sampai Reva lupa akan pesan Mamanya, ia lupa belajar dan tertidur di depan TV. Adzan subuh terdengar, TV di ruang keluarga masih menyala, dan Reva masih tertidur disana. Reva kemudian bangun dari tidurnya, ia terkaget karena tak terasa hari sudah pagi, ia lupa belajar.

“Rev.”

“Apa Ma.”

“Kok kamu tidur disitu ?”

“Tadi malam Reva tertidur Ma.”

“Jadi kamu nggak belajar?”

“Belum Ma.”

“Kenapa ?”

“Tadi malam Reva keasyikan nonton TV Ma, terus Reva tertidur. Maafin Reva Ma.”        

“Sholat lalu belajar dulu sana mumpung masih agak pagi.’’

“Iya Ma.”

Reva belajar dengan tergesa-gesa, tidak banyak materi yang terlalu dikuasainya. Ia menyesal karena tadi malam tidak belajar dan menyepelekan amanat Mamanya, ia takut jika hasil ulangannya buruk, ia malu terhadap teman-temannya karena Ia sering menyombongkan diri dengan nilai-nilai yang telah diraihnya.

Jarum jam menunjukkan pukul enam lebih sepuluh, Reva masih belum bersiap untuk berangkat sekolah, dan masih sibuk membolak-balik buku materi yang akan diujiankan nanti.

“Rev, kok kamu belum siap, ini udah jam berapa ? ntar kamu telat.”

“Bentar Ma, lagian ntar Reva juga diatar Pak Maman jadi ke sekolahnya cepet.”

“Mandi dulu sana, ntar kamu telat. Mama mau ke pasar dulu.”

“Iya Ma.”Jawab Reva tetapi tetap tidak mengindahkan saran mamanya.

“Kringggg…. Kringgggg….” Alarm jam berbunyi pertanda sudah pukul enam lebih tiga puluh. Reva baru tersadar dan tergesa-gesa sampai lupa tidak makan.

Sesampainya di sekolah Reva segera mengambil tempat duduk dan bersiap untuk ujian. Belum banyak materi yang ia resapi karena tadi malam tidak belajar. Rasa resah tidak dapat dihilangakan lagi karena Reva takut jika nilainya jelek.

Ujian berlangsung dengan tenang walaupun Reva masih tetap resah karena saat waktu akan habis lembar jawabnya belum penuh terisi. Perutnya yang lupa belum diisi juga mulai mengeluh lapar dan membuatnya hilang konsentrasi.

Waktu ujian selesai, lembar jawab Reva belum juga penuh tetapi tetap saja ia harus mengumpulkannya. Perutnya juga semakin menyiksa, magnya kambuh, terpaksa ia harus beristirahat di UKS dan tidak dapat mengikuti pelajaran.

Reva tidak dapat mengikuti pelajaran di kelas, ia hanya tertidur dengan menahan rasa sakit di UKS, dan menunggu bel tanda pulang sekolah. Hatinya juga resah menantikan hasil ujian yang dilaksanakan tadi.

Bel yang di tunggu berbunyi, Reva diantar temannya pulang ke rumah dengan hasil sakit, resah, kecewa, dan malu. Sebelum pulang, Reva sempat melihat hasil ujian matematika tadi pagi dengan hasil yang sangat mengecewakan. Ia merasa malu karena ia sudah sombong kepada teman-temannya bahwa tidak ada yang dapat menandingi kepandaiannya.

~*~

Nilai moral:

Kita hendaknya tidak menyepelekan sesuatu dan takabur. Karena sifat itu dapat membuat seseorang celaka.


* Fanniyatul Hayah Suwita: Bantul, Yogyakarta.

Sumber gambar dari sini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar