Minggu, 21 Oktober 2012

Si Putih dan Si Belang


Si Putih adalah kucing betina yang cantik, pandai, dan kaya tetapi sombong dan angkuh. Dia memiliki kakak bernama Si Belang. Si Belang adalah kucing yang baik dan bijaksana.

Suatu hari Si Belang dan Si Putih pergi bermain, mereka bermain di dekat toko bunga. Si Putih dan Si Belang bermain kejar-kejaran, tanpa terasa mereka bermain sampai di semak-semak tempat serigala-serigala jahat.

“Ayo, kejar aku kak, tidak ada yang bisa menyaingi aku berlari.” Kata Si Putih menyombongkan diri.

“Tunggu…… Opssss…… Awassss…… Jangannn……” Kata Si Belang karena di depan adiknya ada seekor serigala jahat yang siap menerkam.

“Kakak takut kan… Takut aku menang, Siapa yang bisa mengalahkan aku berlari.” Kata Si Putih yang berlari semakin kencang, tetapi “Ciiyyyaaaaa….” Si Putih mendadak berhenti, di depannya ada serigala jahan yang siap menangkapnya.

“Hmmm, makanan lezat…” Kata serigala jahat.

“Jaaaaaannnnngggggggaaaaaaann, jangan makan aku, plis, plis, plis, aku mohon, aku masih kecil.”Kata Si Putih.

“ Jangan… Hentikan…” Kata Si Belang membela Si Putih.

“Kalau begitu salah satu dari kalian harus jadi makan siangku !!!!!.” Kata serigala jahat.

“Kakak tolong aku… Aku tidak lebih baik dari kakak, aku sering berbuat jahat dan aku masih banyak berdosa.” Kata Si Putih.

Si Belang berfikir jika Si Putih yang di makan, Putih masih ingin hidup di dunia untuk berbuat baik di dunia dan Si Belang, mungkin iman Si Belang sudah cukup dan biarkan Si Putih berbuat kebaikan dulu di dunia. Si Belang juga sangat sayang kepada Si Putih, dia akan melakukan apapun untuk kebaikan adiknya.

“Baik, kamu boleh memakanku, tetapi lepaskan adikku !!! jangan pernah kau ganggu adikku !!!.” Kata Si Belang.

“Baik !!!!.” kata serigala jahat.

“ Putih, pergilah, pergi jauh, buatlah kebaikan di dunia. Jagalah pesan terahirku, aku menyayangimu adikku.” Pesan Si Belang.

“Baik kakak, terimakasih banyak Kak. Kita akan bertemu di surga.” Kata Si Putih.

Sejak saat itu Si Putih berubah menjadi kucing menjadi kucing yang baik, tidak sombong, dan tidak angkuh, Akhirnya karena kebaikan-kebaikan Si Putih, Si Putih menjadi kucing teladan.

~*~

Nilai moral:

Keangkuhan  dapat membuat seseorang menjadi celaka.

 *) Fanniyatul HayahSuwita: Bantul, Yogyakarta
Sumber gambar dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar