Senin, 15 Oktober 2012

Induk Burung yang Kehilangan Anaknya


Pulang sekolah Sari melewati jalan yang biasa dilaluinya tiap hari. Tiba di bawah sebuah pohon mangga, dia mendengar ciap suara anak burung. Lalu ia menghampiri pohon mangga itu, dilihatnya sebuah sarang burung tergeletak di bawah pohon mangga itu.

Dipungutnya sarang burung itu, dan dilihatnya di dalam sarang itu ada anak-anak burung yang masih merah. Tanpa pikir panjang diambilnya sarang burung itu dan dibawanya pulang ke rumah.

Tanpa mengganti seragamnya lebih dulu ia pergi ke dapur, dan mencari kardus bekas untuk menaruh sarang burung itu, lalu ditaruhnya sarang itu di dalam kardus.

Kemudian ia mengambil segenggam beras dan menaruhnya di atas cobek, dan ia menghaluskan beras itu memakai ulekan. Setelah halus lalu ditaruh dalam wadah kecil dan dan dikasih air. Ia mulai menyuapi anak burung itu satu per satu. Lamunannya sudah melayang andai nanti anak-anak burung itu sudah besar ia akan memeliharanya.

***
Saat sore hari tiba, induk burung itu pulang ke serangnya. Alangkah terkejutnya ia saat didapatinya sarang burung itu sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Dengan perasan tak menentu ia terbang mencari anak-anaknya ke sana kemari, dan ia pulang dengan lunglai. Ketika ia melewati sebuah rumah, ia mendengar ciap anak burung dari dalam rumah. Dilhatnya dari jendela dapur, seorang gadis kecil sedang merawat anak-anaknya. Akhirnya ia pulang dengan sedikit lega, dengan harapan gadis itu akan merawat anak-anak burung itu dengan baik.

***
Keesokan harinya Sari terbangun dengan tergesa-gesa ia pergi ke dapur, untuk melihat anak-anak burung itu. Alangkah terkejutnya ia melihat anak-anak burung itu sudah kaku dan dikerubuti semut.

Sambil berurai air mata induk burung itu melihat anak-anaknya sudah mati, sedang dikubur oleh sang gadis kecil di belakang rumahnya. Sang induk burung pergi jauh dengan membawa hati yang pedih.

~*~
Pesan Moral

Adik-adik, kita harus senantiasa peduli kepada semua makhluk ciptaan Tuhan. Di antara makhluk yang harus kita pedulikan dan sayangi adalah binatang sebagaimana burung dalam kisah di atas.

*) Luthfiati Ningsih : Bandung, Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar