Minggu, 21 Oktober 2012

Persahabatan Ayam Jantan dan Matahari



Hari ini seperti hari-hari sebelumnya terdengar suara kokok ayam jantan. “Ku…ku…ru…yuuuk!” Ayam menyambut munculnya matahari walaupun wajahnya baru kelihatan sedikit.  Itu menandakan datangnya pagi. Cahaya matahari terlihat di sebelah timur. Ujung langit yang masih gelap menjadi sedikit berwarna kuning kemerahan.

Semua penghuni kampung hutan terbangun dari tidur lelapnya. Semua senang bisa bangun pagi. Beribadah kepada Allah, Tuhan Pencipta alam yang sangat luas ini. Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaannya di hari ini. Tidak ada yang malas-malasan. Semuanya semangat. Oh, indahnya suasana hari ini.

“Ku…ku…ru…yuuuk! Selamat pagi, matahari! Aku senang sekali bisa kembali melihat wajahmu”. Sapa si ayam.

“Selamat pagi, ayam! Aku juga bahagia mendengar suaramu menyambutku. Lihatlah, karena suara kokokmu, semua penghuni kampung hutan bangun untuk memulai kegiatan mereka di hari ini”. Balas matahari

“Ah, tidak! Semua karenamu. Seandainya kamu tidak muncul, aku tidak bisa berkokok membantu membangunkan saudara dan teman-temanku”. Jawab ayam

“Baiklah! Kalau begitu kita sama-sama berterimakasih kepada Tuhan karena telah menciptakan dan mempertemukan kita”.

“Ya, matahari. Kamu benar sekali. Baiklah, aku mau melanjutkan pekerjaanku lagi”.

“Okelah kalu begitu. Aku juga mau melanjutkan perjalananku supaya wajahku makin terlihat bulat dan bersinar terang. Sampai jumpa, ayam!” Matahari tersenyum dan berlalu pergi.

“Selamat bertemu kembali, matahari! Ku…ku…ru…yuuuk!” Ayam jantan berkokok bahagia. Ia melanjutkan pekerjaannya mencari makan.

~*~

Pesan Moral
  
Tuhanlah yang menciptakan manusia dan alam ini. Tuhan juga yang membuat kita bisa bertemu dengan teman-teman. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada-Nya dengan cara menjadi anak yang baik, taat dan rajin. Berbuat baik dan tolong menolong adalah ciri-ciri anak yang baik. Hargailah setiap kebaikan yang dilakukan orang lain dan ucapkan terimakasih. Kita tidak boleh sombong atau merasa lebih hebat dari orang lain karena telah melakukan suatu kebaikan. Biasakan tegur sapa dan ucap salam bila bertemu orang lain.


* Widia Febriyeni, Padang Sumatera Barat
sumber gambar di sini




                                                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar