Senin, 08 Oktober 2012

Kawul, si Besar dari Salakanagara


Kawul adalah seorang anak dari Kerajaan Salakanagara. Dia merupakan murid kelas Jagat Karana di Sekolah Yogiswara. Kawul mempunyai dua orang sahabat bernama Dhari Listu dan Widuatmala. Sebenarnya dikelas Kawul, masih ada beberapa  anak lain yang sama-sama menjadi murid kelas Jagat Karana. Namun mereka kerap mengejek dan mengerjai Kawul di kelas.
Mereka mengejek dan menjauhi Kawul disebabkan oleh bentuk fisik Kawul yang sangat gemuk. Ditambah lagi sikap Kawul yang cenderung lambat dalam segala hal. Saat olah raga lari misalnya, Kawul selalu menjadi murid terakhir yang menyentuh garis finis. Makanya teman-teman menjadi enggan kalau harus satu kelompok dengan Kawul.
Hanya Dhari Listu dan Widuatmala lah yang berkenan menjadi teman Kawul. Ketiganya menjadi sahabat baik di dalam dan diluar kelas. Bila Kawul diejek dan dikerjai teman-teman yang lain, mereka yang kerap membela Kawul. Sehingga Kawul tidak merasa terasing dikelas.
Sebenarnya Kawul ingin seperti teman-teman yang lain juga. Bertubuh langsing dan gesit. Tapi seingat Kawul, dirinya sudah gemuk sejak lahir. Padahal makannya tetap seperti anak lain seusianya juga. Tidak berlebihan. Kata ibu dan ayah Kawul, dia keturunan gemuk. Tulangnya besar. Makanya tubuhnya juga ikut gemuk.
Hal yang dikatakan orang tua Kawul, benar adanya. Ayah dan ibu Kawul memang bertubuh besar dan gemuk. Dua orang kakak Kawul juga bertubuh gemuk. Kakek dan neneknya juga sama besar. Orang tua Kawul sering berpesan untuk membesarkan hati Kawul, bahwa dia harus bersyukur dengan keadaan tubuhnya sendiri. Tak perlu malu menjadi orang gemuk. Yang penting tetap sehat dan berguna bagi orang banyak.
Dengan tubuhnya yang seperti itu, Kawul menjadi terkesan lamban dibanding teman-temannya yang lain. Padahal bukan maksud Kawul seperti itu. Dia sudah berusaha untuk berlari lebih cepat. Namun tetap saja selalu menjadi yang terakhir mencapai garis finis. Pernah Kawul meminta dibuatkan jadwal diet untuk mengurangi berat tubuhnya. Setelah dijalankan sebulan, ternyata malah dirinya menjadi sakit. Kata dokter, dietnya terlalu ketat. Apalagi usia Kawul belum waktunya untuk menjalani diet. Tubuhnya masih dalam masa pertumbuhan. Jadi masih banyak asupan makanan yang diperlukan untuk menjadikannya berkembang sesuai usianya. Untuk melakukan diet kembali, harus menunggu usia Kawul mencukupi agar tidak memberikan efek samping yang buruk.
Dibalik kekurangannya itu, Kawul mempunyai kelebihan lain. Otaknya memang tidak sangat cerdas seperti Dhari Listu, tapi semua pekerjaan yang dilakukan Kawul selalu menjadi yang paling rapi dibanding murid lain. Tulisannya sangat rapi, hasil prakaryanya juga lebih rapi. Itu semua karena kawul termasuk anak yang telaten dan sabar kalau mengerjakan sesuatu.
Meskipun hasil pekerjaan Kawul selalu menjadi yang terakhir saat dikumpulkan, namun gurunya tak pernah kecewa dengan hasil yang dikerjakannya. Pekerjaan Kawul selalu mendapat nilai sempurna. Kawul tak pernah patah semangat untuk belajar dan mempersembahkan hasil terbaiknya. Walau kebanyakan teman-temannya mengejek dan menjauhi dia.
Dhari Listu dan Widuatmala bersahabat dengan Kawul bukan karena kasihan, tapi karena prestasinya juga. Bila Dhari Listu sangat pintar dan cerdas, Widuatmala gesit dan pemberani, maka Kawul melengkapi kelompok mereka dengan sifatnya yang telaten dan sabar. Makanya ketiganya bisa saling mengisi satu sama lain. Bersahabat dan bekerjasama agar mendapatkan ilmu yang berguna disekolahnya.
Tentu bukan bekerja sama untuk saling contek saat ulangan. Tapi bekerjasama dalam hal belajar. Sama-sama memecahkan pelajaran yang sulit. Berlatih soal-soal ulangan atau menghafal pelajaran bersama.
Dengan kekompakan Kawul, Dhari Listu dan Widuatmala, semua murid sekolah Yogiswara menjadi segan dan menghormati ketiganya. Mereka mengenal ketiganya sebagai trio yang cukup berprestasi di sekolah.

~*~

Pesan Moral
Kisah ini mengajarkan kita agar tidak mengejek dan menjauhi teman yang mempunyai fisik berbeda dengan kita. Karena di balik keterbatasan yang mereka miliki, sejatinya ada kelebihan-kelebihan lain yang justru tidka kita miliki.

*) Deddy K. Sumirta : Sumedang, Jawa Barat.
Sumber gambar dari sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar