Kamis, 11 Oktober 2012

Ayam Jantan dan Rajawali

Sumber Gambar

Suatu masa hiduplah sepuluh ekor ayam di sebuah peternakan. Aco, Sangkala dan Baso, mereka adalah ayam Jantan yang gagah dan hebat. Lili dan Lala, mereka adalah ayam betina yang berbulu cantik dan baik hati. Lima ekor lainnya adalah anak ayam yang masih kecil-kecil.


Suatu hari, Aco dan Baso berdebat. Mereka sama-sama ingin menjadi peminpin dan penguasa di peternakan tersebut. Kata Aco “  Sayalah yang pantas menjadi pemimpin dipeternakan ini. Suara saya lebih keras dan Tubuh saya yang paling besar.” Baso pun tak mau kalah dia berkata “ kamu tidak pantas menjadi peminpin di peternakan ini Aco, akulah yang pantas. Tubuhku lebih kekar, dan akulah yang paling berani dan kuat di peternakan ini. “

Baso dan Aco akhirnya beradu mulut, sampai akhirnya datanglah Sangkala menenangkan. “ Ada apa ini, kenapa kalian jadi ribut?” Kata Sangkala. 

“Kebetulan kamu datang, menurut kamu siapa yang pantas menjadi pemimpin di peternakan ini Sangkala? Kata Baso.

“Ooo…….jadi kalian ribut hanya karena ingin menjadi pemimpin di  peternakan  ini?  Selama ini kita bisa hidup dengan rukun, dan tentram tanpa adanya pemimpin. Jadi untuk apa kalian bertengkar hanya karena hal sepele tersebut.”

“Aaa…..diam saja kau Sangkala, kamu tidak tau masalah pemerintahan. Atau jangan-jangan kau diam-diam ingin jadi pemimpin di peternakan ini ? Kata Aco.  

“Kalian berdua ini sudah tak waras, kata Sangkala sambil berlalu.”

“Di peternakan ini harus ada yang jadi pemimpin, hari ini kita buktikan siapa yang lebih pantas menjadi pemimpin. Kata Baso dengan suara yang keras.”

“Oke…kalau begitu kita bertarung, siapa yang menang dialah yang akan menjadi pemimpin dan yang kalah harus keluar dari peternakan ini. “

Hari itu Aco dan Baso memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dengan duel. Mereka bertarung dengan gagah berani.  Mereka disaksikan oleh seluruh warga peternakan teresebut. Sangkala hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan pertarungan itu.

Aco menyerang dengan tajinya yang panjang dan tajam, sedangkan dengan kelincahan yang dimiliki, Baso bisa menghindar dari semua serangan yang di berikan oleh Aco dan berbalik menyerang.

Akhirnya duel tersebut dimenangkan oleh Baso dan Aco melarikan diri.

Baso terbang rendah mengelilingi peternakan sambil berkokok penuh kemenangan. Dia berteriak dengan kerasnya “Akulah sekarang yang memimpin peternakan ini, jadi kalian semua harus patuh sama semua yang aku perintahkan.” Katanya sambil terus terbang dan berkokok.

Sayangnya, suara Baso yang keras tersebut menarik perhatian burung Rajawali yang kebetulan tewat di peternakan tersebut. Rajawali tersebut terbang rendah dan  menukik turun terus  mencengkram Baso dengan cakarnya.

Baso tidak bisa berbuat apa-apa, dia dibawah terbang oleh burung Rajawali tersebut dan  tak pernah kembali lagi.

Sejak kejadian itu para penghuni peternakan kembali hidup dengan damai. Mereka saling menyangi dan bahu membahu dalam memyelesaikan pekerjaannya.

                                


~*~

Pesan Moral : 

Tuhan akan selalu memberi nikmat kepada mereka yang rendah hati, sementara mereka yang sombong akan menerima hukumannya. Walaupun  pandai, kuat dan hebat kita tidak boleh sombong, Arogan dan Seenaknya apalagi meremehkan orang lain. Karena tanpa kita sadari semua itu  akan menjadi malapeta (buah simalakah) bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus saling menghargai dan menghormati. Serta yang harus kita ingat adalah bahwa masih ada yang lebih kuat dan hebat dari kita, jadi janganlah bersikap sombong dan arogan.


*) Mulhusnah : Luwu, Sulawesi Selatan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar