Rabu, 03 Oktober 2012

Kerbau dan Buaya


Pada suatu hari, di siang hari yang terik Kerbau tengah berjalan menuju sungai. Di pinggir sungai didengarnya suara rintihan minta tolong dengan suara parau. Siapa gerangan yang meminta tolong itu, sepertinya dia sangat kesakitan, pikir Kerbau. Kerbau mencari-cari sumber suara rintihan minta tolong itu. Ternyata suara rintihan minta tolong itu berasal dari seekor Buaya yang tertimpa pohon.

“Hai, Kerbau! Tolong aku, aku sudah tertimpa pohon ini sejak pagi. Semua badanku sakit rasanya, aku tak bisa bergerak kemana-mana,” ujar Buaya meminta pertolongan.

“Kasihan sekali kau Buaya, baiklah aku akan menolongmu,” kerbau yang baik hati langsung tergerak hatinya untuk menolong.

Kerbau menggunakan tanduknya untuk memindahkan pohon yang menimpa buaya. “Siap ya, bismillahirrahmaanirrahiiim, satu….dua…tiga….,” kerbau memberikan aba-aba saat memindahkan pohon.

Buaya merasa senang, pohon yang sejak tadi pagi menindihnya kini telah berhasil disingkirkan oleh kerbau. Buaya merasa senang sekali karena ia bisa bergerak dengan bebas sekarang.

Sesaat setelah terbebas dari himpitan pohon, Buaya tiba-tiba merasa lapar.  Dilihatnya tubuh Kerbau yang gemuk dan kekar. Kelihatannya Kerbau ini sangat lezat jika disantap, pikirnya. Tanpa aba-aba Buaya langsung menerkam Kerbau.

Mengetahui adanya serangan dari Buaya, Kerbau segera melawan sambil menghardik, “Dasar kau Buaya tak tahu terima kasih!”. Buaya yang kelaparan tak menghiraukan ucapan Kerbau. “Dari pagi aku belum makan dan sangat lapar, salahmu sendiri mengantarkan nyawamu padaku,” ucapnya.

            Di tengah pertempuran yang sengit antara Kerbau dan Buaya tiba-tiba Kancil datang menghampiri mereka. “Hei,..hei,.. apa yang kalian lakukan?, Buaya lepaskan Kerbau!”, kata kancil dengan nada memerintah.

“Hei Kancil kecil, beraninya kau memerintahku. Apa kau mau jadi santapanku juga?” tanya buaya marah.

“Bukan maksudku begitu, Tuan Buaya. Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kalian berdua bertengkar di pinggir sungai seperti ini?” ungkap Kancil pura-pura bodoh dan tidak mengerti.

Buaya kemudian melepaskan Kerbau dan menceritakan apa yang terjadi. Kancil pura-pura tidak mengerti akan cerita Buaya dan meminta Buaya dan Kerbau mempraktekan kejadiannya sekali lagi. Kerbau kemudian menimpakan pohon ke punggung Buaya, sama persis seperti ketika kerbau menemukannya meminta tolong tadi.

“Kira-kira tadi posisinya seperti ini,” ungkap Kerbau.

Kancil kemudian mengajak Kerbau pergi meninggalkan buaya seorang diri. “Kita tinggalkan saja Buaya yang tidak tahu terima kasih ini,” kata Kancil pada Kerbau.

Rupanya sejak tadi kancil melihat apa yang terjadi pada Kerbau dan Buaya dari kejauhan. Melihat Kerbau yang baik hati akan disantap oleh Buaya, Kancil tergerak hatinya untuk menyelamatkan Kerbau dengan kecerdikannya.

Buaya akhirnya kembali terhimpit pohon yang besar di pinggir sungai. Sikapnya yang tidak tahu terima kasih dan malah ingin mencelakakan orang yang menolongnya membuatnya kembali terhimpit pohon seperti semula.

~*~

Pesan Moral

Kita sebagai manusia harus tahu berterima kasih kepada orang yang telah menolong kita. Jika kita berniat akan mencelakakan orang yang telah menolong kita, maka kita sendiri yang akan menuai akibat buruknya.

*) Anisa Wijayanti : Ciamis, Jawa Barat.
 Sumber gambar dari sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar