Rabu, 10 Oktober 2012

Ibnu Haitam; Bapak Ilmu Optik


Ibnu Haitam atau nama lengkapnya Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu Al-Haitham adalah seorang ilmuan Muslim kelahiran Basrah, Irak, pada 354 H atau 965 M. Di dunia Barat beliau lebih dikenal dengan Alhazen. Meski menguasai beragam cabang keilmuan, seperti filsafat, astronomi, matematika, geometri dan farmasi, tetapi karya monumental Ibnu Haitam adalah di bidang Fisika, terutama yang terkait dengan persoalan lensa dan cahaya (optik). Karya Ibnu Haitam di bidang ini banyak memengaruhi ilmuwan Barat, seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop.
Ibnu Haitam mengenyam pendidikan pertamanya di kota kelahirannya sendiri, Basrah. Kemudian beliau melanjutkan ke Baghdad, yang saat itu sebagai kota pusat pengetahuan dunia. Di kota ini, beliau banyak melakukan pengamatan dan penelitian dan sudah berusaha mendokumentasikan upayanya tersebut dalam beberapa karya tulis ilmiah. Karena kecintaan yang demikian besar terhadap ilmu, Ibnu Haitam lalu memutuskan pergi ke Mesir, belajar di Al-Azhar. Selama di negeri Fir’aun tersebut, Ibnu Haitam banyak menerjemahkan karya Yunani ke dalam bahasa Arab. Hal ini dilakukannya sebagai upaya mencari uang saku buat kebutuhan hidupnya di negeri orang. Tak lupa, beliau tetap melakukan penelitian serius.
Dari kegigihannya tersebut, lahirlah sejumlah karya besar yang turut serta dalam menyempurnakan bangunan keilmuan. Ibnu Haitam adalah orang pertama yang mengatakan bahwa mata dapat melihat karena adanya sejumlah bias cahaya yang dipancarkan dari benda dan masuk ke mata. Dan, teori inilah yang terbukti benar. Bukan sebaliknya, sebagaimana yang dulu dipercaya kalangan ilmuwan Barat bahwa mata dapat melihat karena mata memancarkan cahaya ke sebuah benda dan cahaya tersebut memantaul kembali ke mata. Yang lebih menakjubkan adalah bahwa Ibnu Haitam juga telah menemukan hukum gravitasi bumi sebelum Isaac Newton mengatakannya ratusan tahun berikutnya. 
Di antara buku-bukunya adalah:
  1. Al'Jami' fi Usul al-Hisab, tentang teori-teori ilmu matemetika dan matemetika penganalisaan;
  2. Kitab al-Tahlil wa al-Tarkib, mengenai ilmu geometri; 
  3. Kitab Tahlil an Masa'il al- 'Adadiyah, tentang Aljabar; 
  4. Maqalah fi Istikhraj Simat al-Qiblah, tentang arah kiblat; 
  5. Maqalah fima Tad'u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak; dan 
  6. Risalah fi Sina'at al-Syi'r, mengenai teknik penulisan puisi.
 Disunting dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar