Sabtu, 06 Oktober 2012

Si Rubah Muda


Di padang rumput yang berada di kaki-kaki barisan pegunungan tinggi di Mongolia. Kawanan rubah telah mengangkat pimpinan mereka yang baru. Dia adalah seekor rubah muda yang kekar dan kuat. Kawanan rubah itu berharap bahwa sang pemimpin akan mampu memberikan perlindungan mereka dari segala macam serangan lawan. Termasuk yang paling mereka takuti adalah serangan dari kawanan serigala yang kerap menyergap secara tiba-tiba.
“Hidup ketua kita!”
“Hidup pelindung kita!” Mereka mengelu-elukan pimpinan mereka yang baru itu.
Kabar tentang pimpinan rubah yang baru itu dengan cepat menyebar ke kawanan serigala. “Hmmm…rupanya kini mereka telah memiliki pemimpin,” pemimpin serigala mendengus geram. “Kita perlu coba seperti apa sepak terjang pemimpin rubah yang baru itu!”
“Menurut kabar berita, pemimpin baru itu sangat pemberani dan kuat,” seekor serigala dengan bulu putih keabuan angkat bicara.
“Jangan sebut-sebut keberaniannya di hadapanku!” hardik sang pemimpin serigala terhadap anak buahnya. “Apa kamu kira aku akan takut? Tidak! Bagaimana pun, kita harus uji seberapa besar nyali dan kekuatan rubah muda itu.”
“Maafkan aku, Pimpinan. Bukan maksudku untuk meremehkan keberanian dan kekuatanmu,” serigala putih keabuan itu tertunduk.
“Kabarkan kepada yang lain, besok kita akan berburu.”
Keesokan harinya, di lembah yang luas berumput itu, yang diselingi bebukitan kecil dan dikelilingi pegunungan tinggi menjulang berbalut salju, kawanan serigala bergerombol. Mereka menunggu kawanan rubah yang biasa melintas di sana.
“Ha…ha…ha…!” tiba-tiba pimpinan rubah muncul dan berdiri di belakang mereka. “Dasar pengecut! Kalian beraninya hanya menyergap kami secara keroyokan.”
“Diamlah! Jaga mulutmu!” bentak pimpinan serigala.
“Oh, kamulah rupanya pimpinan serigala-serigala memalukan ini,” ejek rubah muda. “Cukup sudah kalian mengganggu dan menyerang kami.”
Lalu, Si rubah muda menantang pimpinan serigala untuk bertarung satu lawan satu dengan dirinya. “Begini, jika aku kalah, kupersilahkan kalian memangsa seluruh anak buahku. Tapi, jika pimpinan kalian kalah. Kalian harus berjanji untuk tidak mengganggu kami selama-lamanya.”
“Hmmm…tawaran yang sangat menarik,” pikir pimpinan serigala.
Dan, terjadilah duel seru dan menegangkan di antara kedua pimpinan itu. Meski pimpinan serigala cukup berpengalaman, tapi dia tetap tak bisa menandingi Si rubah muda itu.
“Aku menyerah!” teriak pimpinan serigala. Kelelahan nampak dari wajahnya. Nafasnya ngos-ngosan. Dan, bulu-bulunya yang indah kini acak-acakan.
Si rubah muda keluar sebagai pemenang. Dan sejak saat itu, kawanan serigala, sebagaimana terikat dengan perjaanjian, mereka tak pernah lagi menganggu kawanan rubah. 

***

Pesan Moral
Nah, adik-adik! Apa yang kita bisa kita ambil sebagai pelajaran dari kisah di atas? Ada yang tahu? Ya, betul sekali! Kisah tersebut adalah tentang bagaimana sikap yang harus diambil oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin itu harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ia tidak takut dan tunduk begitu saja terhadap lawan. Dan, yang paling penting, ia memiliki tekad melindungi dan mengayomi anak buahnya, atau rakyatnya.

*) Puji Astuti : Sleman, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar