Selasa, 16 Oktober 2012

Bersahabat dengan Anak ABK



Sumber Gambar

Seorang ibu yang luar biasa adalah yang meninggalkan pekerjaannya demi mendampingi putranya di sekolah. Ketelatenan dan kesabaran beliau untuk sang buah hati tak bisa dibayangkan, yakni mendampingi sang anak sejak pagi hingga siang hari di saat pulang sekolah. Putranya adalah anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang belajar di sekolah menengah umum. Beliau ingin membagi ilmu dan tips menangani anak ABK. Sebenarnya, banyak metode terapi bertujuan membentuk atau menguatkan perilaku positif anak dan mereduksi perilaku negatifnya. 

Berikut bisa jadi pertimbangan bagi anda, orangtua yang mempunyai putra-putri ABK, maupun bagi anda yang kebetulan hidup berdampingan dengan mereka.


  1. Jangan sampai anak mengalami down. Menurut beliau, ketika seorang anak ABK mengalami down bagaikan kehilangan sesuatu yang berharga dan kecewa yang tak terkira. Kita pun akan mengalami kesulitan apabila hendak mengembalikannya ke keadaan semula lagi, karena harus dimulai dari nol.
  2. Lakukan pendekatan dengan kasih sayang yang tulus, agar anak merasa nyaman.
  3. Selami/masuklah ke dunia anak ketika kita hendak berinteraksi dengannya.
  4. Pertemuan, interaksi, dan pemahaman yang kontinyu membuat anak ABK bisa bersahabat dengan kita.
  5. Perlu diperhatikan apabila anak mengalami peningkatan meskipun hanya sedikit.


Selain beberapa tips di atas, ada satu tips lagi dari guru pendamping ABK, ”Ketika berinteraksi dengan anak ABK jangan anggap mereka sebagai anak-anak dan kita sebagai orang tua, akan tetapi anggaplah mereka sebagai teman. Maka, mereka akan merasa lebih nyaman.”

Terakhir, mendampingi anak-anak ABK dengan tulus adalah sebuah TIKET menuju ke SURGA. 

Kontributor: Liswati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar