Selasa, 02 Oktober 2012

Kisah Si Semut Kecil


Pagi ini Ayah mengajak Andi untuk berjalan-jalan menyusuri kebun kakek yang terletak di pinggir desa. Ayah menceritakan berbagai hal tentang kebun itu, sesekali Andi dan ayah tertawa. Namun tiba-tiba saja perhatian Andi tertuju pada segerombolan semut yang sedang berjalan berurutan. Mereka berjalan begitu teratur, tidak saling mendahului dan berhenti tatkala bertemu teman yang lain dan saling memberikan salam satu sama lain.

“Ayah, apa yang semut-semut kecil itu lakukan ?” tanya Andi. Lalu sang ayah menjawab dengan bijak, “ Lihatlah Andi, betapa rukunnya mereka bukan? Padahal mereka hanyalah sekelompok hewan kecil, bahkan terlalu kecil bila dibandingkan dengan kita. Benar bukan?”. Andi mengangguk menyetujui kalimat ayahnya. “ Andi, semut itu selalu bergotong royong dalam melakukan berbagai hal, misal saja saat harus membawa makanan mereka yang besarnya dapat mencapai 100 kali lipat besar tubuh mereka. Apakah kamu percaya jika mereka dapat mengangkut makanan itu ?’ tanya ayah lagi. Sejenak Andi berfikir, “ sepertinya tidak mungkin ayah. Makanannya terlalu besar dibanding ukuran tubuh mereka, tentu mereka tidak akan sanggup”.

Ayah tersenyum kembali mendengar jawaban Andi, “ Nah, untuk membuktikan jawabanmu itu, lihatlah kembali semut-semut itu. Makanan yang begitu besar dapat mereka bawa dengan mudah menuju sarang mereka, karena mereka bersama-sama mengangkatnya”. “Wah ayah benar. Ternyata semut itu binatang kecil yang begitu kuat ya ayah”, jawab Andi.

“Hari ini kita sudah mendapat satu pelajaran dari semut ya ayah, ternyata Andi salah menduga selama ini. Andi kira semut hanyalah hewan kecil yang hanya bisa membuat kaki Andi gatal-gatal karena gigitan nakalnya”, kata Andi sambil melangkah meninggalkan kebun kakek.

~*~

Pesan Moral

Dari dongeng “ Kisah Si Semut Kecil” kita dapat mengambil pesan moral yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
·         Kita tidak boleh menilai kemampuan seseorang hanya dari penampilan fisik (luar) saja, karena penampilan fisik bukanlah cerminan dari kemampuan yang dimiliki seseorang.
·         Kita harus rukun dan saling menghormati sesama.
·         Bergotong-royong dalam melakukan suatu pekerjaan akan mempermudah pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaan yang kelihatannya mustahil akan dapat dilakukan karena dikerjakan bersama-sama.
  
*) Eka Rahmawati : Purworejo, Jawa Tengah.  
                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar