Kamis, 21 Maret 2013

Petunjuk Arah:

Dari Jalan Bantul
Masjid Agung Bantul ke barat ke arah LP Pajangan. Dari LP Pajangan ke selatan ke arah desa batik Wijirejo. Lokasi pertemuan di jalan Makam Sewu Utara.  

Dari Jalan Srandakan
Menuju pertigaan Jodog ambil arah barat laut (papan penunjuk jalan menuju ke desa Wijirejo). Ikuti jalan beraspal hingga  bertemu pertigaan Pijenan (ke barat arah Sedayu), ambil arah lurus/utara. Bertemu pertigaan (di sebelah kanan/timur ada makam), belok arah barat/kiri menuju Makam Sewu. Mushola ada di sebelah kanan jalan.

0



Setelah kami menyeleksi dan mengevaluasi contoh tulisan yang dikirim kepada kami, juga dengan mempertimbangkan tugas dalam Studium General, kami menetapkan 20 peserta yang berhak mengikuti Bimbingan Belajar Menulis (BBM) Buku Anak adalah:

No.
Nama
Alamat
1.       
Ali
Srandakan, Bantul
2.       
Palupi Jatuasri
Jl. Kaliurang km 12,5 Sardonoharjo Sleman
3.       
Siska Yuniati
Trirenggo Bantul
4.       
Isdi Nurjantara
Bantul DIY
5.       
Muhammad Irfan
Condongcatur Kragilan Sleman
6.       
Yusuf Beni Prastawa
Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo
7.       
Sugihartono
Bantul Yogyakarta
8.       
Kuntari
Srandakan Bantul
9.       
Muh. Luqman Arifin
Maguwoharjo Sleman
10.   
Suminten
Berbah Sleman
11.   
Aeni Husniah
Maguwoharjo Sleman
12.   
Juwarni
Wirobrajan Yogyakarta
13.   
Wahyu Nugroho
Yogyakarta
14.   
Wisnu Broto
Karanggayam Yogyakarta
15.   
Ratih Bintari
Yogyakarta
16.   
Dewi Setiowati
Minomartani, Ngaglik, Sleman
17.   
Nur Arifah Irfina Ardityaningrum
Purwomartani Kalasan Sleman
18.   
Petrus Seno Wibowo
Jl. Timoho Yogyakarta
19.   
Gregoria Mayang Dwiandhesti
Kliran Sendangagung
20.   
Suwandi
Yogyakarta

Pertemuan ke-2 sampai ke-6 akan dilaksanakan setiap hari Ahad, pukul 09.30 – 12.00 WIB. Bertempat di kompleks Mushalla Al-Mujahadah RT 05 Ngeblak Wijirejo Pandak Bantul DIY 55761. Rute: Masjid Agung Bantul ke barat ke arah LP Pajangan. Dari LP Pajangan ke selatan ke arah desa batik Wijirejo. Lokasi pertemuan di jalan Makam Sewu Utara.

Bilif Abduh, S.S.                                               Fatiharifah, S.Pd
                        Ketua Panitia                                                    Sekretaris
0

Sumber Gambar

Manfaat Menulis

Bagi sebagian orang, menulis itu sulit. Tetapi, bagi sebagian lainnya, menulis itu mudah, bahkan sangat mengasyikkan. Setuju atau tidak, begitulah kenyataannya!

Menulis tidak lain adalah proses mengabadikan apa pun yang di sekitar kita dan apa saja yang terendap di pikiran kita. Dengan menulis kita bisa menumpahkan dan mengomunikasikan ‘sesuatu’ kepada orang lain. Plong…! Lega..! Itulah salah satu kepuasan seseorang setelah menulis. Pada tahap ini, menulis bisa menjadi semacam terapi bagi sang penulis.

Bagaimana dengan faktor pendapatan? Nah, itu, apa lagi! Siapa pun pasti tahu, tidak sedikit orang di muka bumi ini yang hidup dari menulis. Tentu ada syarat yang harus kita lalui untuk menuju anak tangga ini, yaitu tekad, semangat, sabar, dan ulet.

Terlepas dari semua itu, kita perlu mengingat betul-betul bahwa menulis bukan hanya urusan ‘plong’ dan ‘uang’. Lebih dari itu, menulis juga bisa menjadi cara untuk mengubah dunia. Baik atau buruk suatu bangsa sangat dipengaruhi juga oleh tulisan-tulisan kita.

Dengan menulis maka nama kita pun akan tercatat dalam sejarah. Dunia tidak akan melupakan kita begitu saja. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Nah, dalam hal inilah KomTE mengajak siapa pun yang tertarik pada dunia tulis-menulis untuk mengembangkan potensinya. Selama Anda bisa merangkai huruf menjadi kata, menyusun kata menjadi kalimat, kemudian menata kalimat dalam tangga paragraf serta mengetahui tanda baca, berarti Anda telah memiliki potensi itu.

Sejarah KomTE

Sebagai sebuah komunitas literasi, KomTE tidak mucul begitu saja. Kemunculannya dimulai keinginan sekumpulan orang yang bermimpi bisa menulis. Tidak lebih! Mereka adalah Irham Sya’roni, Ulfah Nurhidayah, Yusriandi Pagarah, Bilif Abduh, Muhaimin al-Qudsy, Enung Hasanah, Moh. Fahmi, Sumadi, dan Indarto Trisnosusilo.
Saat itu, tahun 2006, kami berkumpul dan menamakan diri For Kalem (Forum Kajian Lereng Merapi). Mengapa harus ‘Lereng Merapi’? Karena pusat pertemuan kami kala itu adalah di wilayah Pakem, Sleman. Sebagian besar anggotanya saat itu adalah para guru dan beberapa mahasiswa. Hampir setiap hari, kami menulis dan mengirimkan apa pun yang bisa kami tulis di berbagai media massa cetak baik lokal maupun nasional. Dimuat? Ternyata tidak! Tetapi kami tidak kapok. Kami terus menulis dan menulis. Akhirnya, satu per satu tulisan kawan-kawan KomTE nampang juga di media massa. Senang? Tentu saja! Ada kesenangan yang sulit kami ucapkan dengan kata-kata. Rasanya tidak percaya bahwa kami bisa. Sejak saat itu, kami yang mulanya hanya menganggap kata-kata “if you think you can, you can” sebagai kata-kata klise, akhirnya dengan manggut-manggut kami membenarkannya. Intinya harus yakin dan percaya diri.

Di tengah perjalanan, kami sadar bahwa tidak mungkin selamanya kami hanya menjadi pengisi rubrik atau kolom di media massa yang ruangnya terbatas dan diperebutkan banyak orang. Kami perlu ruang yang lebih luas dan ‘komersil’. He… he..! Kami pun mulai mengembangkan mimpi. Kami tidak ingin hanya menjadi pengisi rubrik atau kolom media massa, tetapi bertekad pula menjadi penulis buku. Alhamdulillah, Tuhan memberi kemudahan kepada kami untuk mewujudkan mimpi.

Sejak saat itulah kami semakin percaya diri dan yakin bahwa kami bisa. Nama For Kalem tidak terdengar lagi. Pada tahun 2009 kami mengubahnya menjadi KomTE (Komunitas Tinta Emas). Dengan wadah yang baru ini, kami tidak lagi bermimipi sekadar menjadi penulis, tetapi lebih dari itu bisa membantu banyak orang untuk menjadi penulis, apa pun genre tulisannya.

Sampai sekarang KomTE memiliki anggota lebih dari 40 orang, dengan beragam genre tulisan. Di antara buku anak yang sudah kami publikasikan adalah: Wisdoms for Children, Al-Qur’an Kitabku, Pintar Tajwid for Kidz, Nina Bobo, Tuntunan Ibadah Lengkap, Belajar Rukun Iman, Tuntunan Shalat Sunnah Lengkap, Aneka Keterampilan dari Barang Bekas, Mengenal Budaya Nusantara, Around the World, dan lain-lain.

Sekali lagi, tidak ada hal lain yang perlu dilakukan untuk bisa menjadi penulis, kecuali dengan menulis. Ya, dengan menulis! Kata Arswendo, siapa pun bisa menulis asal dia bisa membaca dan tahu tanda-tanda. Yang terpenting lagi adalah tekad. Boleh jadi kita merasa berbakat dan bisa, tetapi itu kan hanya ‘rasa’. Rasa itu tidak akan pernah berujud menjadi karya jika kita tidak pernah menindaklanjuti dengan usaha dan ketekunan yang nyata.
Oleh karena itu, menulislah mulai sekarang! Menulislah apa saja! Tidak sedikit penulis ternama yang memulai karier mereka dari sekadar menulis diary (buku harian).

Karya tulis adalah bentuk paling kongkrit dari pikiran-pikiran kita. Secemerlang dan sebrilian apa pun pikiran seseorang, jika tidak ditorehkan dalam tulisan, pastilah akan terlupakan. Generasi berikutnya tidak lagi mengenalnya. Tidak ada warisan berupa karya untuk dibaca dan dikenang oleh generasi setelahnya.  Mari kita menulis!

Oleh: Bilif Abduh
*disampaikan saat Studium General Bimbingan Belajar Menulis (BBM) Buku Anak
0

Rabu, 20 Maret 2013

Dunia anak adalah dunia yang begitu berwarna. Mendidik anak-anak tak hanya dalam lingkup yang terbatas saja. Buku adalah salah satu sumber ilmu yang bisa digunakan untuk mendidik anak-anak. Nah, Komunitas Tinta Emas (KomTE) sebagai salah satu komunitas yang begitu mencintai dunia menulis sekaligus anak-anak, baru saja meluncurkan program terbarunya, yaitu Bimbingan Belajar Menulis (BBM) Buku Anak. Program ini didukung sepenuhnya oleh Diva Press Grup.
Program BBM sebenarnya pernah dilaksanakan pada bulan September dan Oktober 2012 lalu. Bedanya, BBM I lebih fokus pada menulis buku secara umum, sedangkan pada BBM II ini lebih spesifik ke buku-buku anak.
Stadium General Program BBM Buku Anak ini sudah dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Maret 2013 yang lalu, bertempat di SD Ringinharjo, Bantul pukul 09.00-12.30 WIB. Acara ini diikuti setidaknya oleh 75 peserta, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Peserta termuda berusa 10 tahun, sedangkan peserta tertua berusia 61 tahun.
Acara berlangsung meriah dengan diisi oleh dua pemateri, yaitu Edi Mulyono, M.Ag. dan Irham Sya’roni, S.Pd.I. Sebagai owner DIVA Press Group yang sudah banyak makan asam garam di dunia tulis-menulis, Edi Mulyono membagikan pengalamannya mulai awal ia menulis hingga perjuangannya mendirikan DIVA Press Group. Selain Edi Mulyono, Irham Sya’roni yang merupakan redaktur pelaksana DIVA Press Group bagian buku anak juga membagikan pengalamannya dalam dunia tulis-menulis terutama yang berkaitan dengan buku anak.
Selanjutnya, dari seluruh peserta yang hadir tersebut, akan disaring menjadi 20 orang yang mengikuti Kelas BBM secara rutin. Pertemuan akan dilaksanakan selama 5 kali pertemuan pada hari Minggu bertempat di Kompleks Musholla al-Mujahaddah, Ngeblak, Wijirejo, Pandak, Bantul. (Ifah, Fanniya)
0


Batu - Sebuah Lembar Kerja Siswa (LKS) yang beredar di kalangan siswa kelas II SD di Kota Batu mendapat protes dari wali murid. Protes dipicu karena LKS tersebut menceritakan tentang warok lengkap dengan kehidupan seks nya yang menyimpang.

Warok adalah penari reog yang lazim memiliki gemblak. Gemblak adalah seorang bocah berusia belasan tahun yang menjadi asisten sekaligus teman tidur sang warok.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Rabu (20/3/2013), kehadiran LKS mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup itu mengundang reaksi keras para wali murid. Mereka tidak ingin kehidupan seks menyimpang diajarkan pada anak-anaknya yang baru duduk di bangku sekolah dasar.

Parahnya lagi, LKS itu dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai bahan muatan lokal siswa sekolah dasar. Secara detil, LKS itu menceritakan kehidupan seorang warok yang dikenal memiliki daya linuwih.

Cerita terlampir di halaman 36 sampai 37 itu juga membeberkan, sang warok harus tetap mempertahankan kesaktiannya dengan memiliki teman dekat seorang pria berusia belasan tahun untuk berhubungan intim.

Beredarnya LKS itu dibenarkan Dinas Pendidikan Kota Batu dengan langsung menarik kembali LKS tersebut.

"Akan kita ganti, tentunya dengan tim yang baru dengan melibatkan akademisi," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Budi Santoso.

Menurut Budi, penyusun LKS itu harus bertanggung jawab dan menerima sanksi sesuai aturan yang diberlakukan. "Dua koordinator tim penyusun akan diberikan sanksi," tuturnya.

Salah satu koordinator tim penyusun, Prihastutik, mengatakan, dirinya sudah memerintahkan para wali murid mengembalikan LKS mesum itu setelah pihaknya menerima surat edaran dari dinas pendidikan.

"Sudah kami minta para wali murid untuk mengembalikan," katanya terpisah.

Prihastutik tak memungkiri adanya halaman yang memuat cerita lengkap seorang warok, termasuk memiliki seorang pacar remaja pria alias gemblak.

"Ini sebuah kesalahan, kami sudah menarik semua LKS tersebut," tandas Kasek SDN 1 Punten Kota Batu ini.

Sumber:
http://surabaya.detik.com/read/2013/03/20/085750/2198533/475/lks-berisi-kehidupan-seks-seorang-warok-diprotes-wali-murid?y991102465
0